Pulau Kinmen Menggalakkan Kebijakan Baru ke Arah Selatan

Pulau Kinmen Menggalakkan Kebijakan Baru ke Arah Selatan

 (Taiwan/ROC) — Dalam rangka untuk mengembangkan Kebijakan Baru ke Arah Selatan, Pulau Kinmen pada tahun 2016 secara khusus membentuk “Kantor Pengurusan Warga Perantauan”. Wakil Walikota Pulau Kinmen, Wu Cherng-dean (吳成典) pada Jumat (2/3) saat menghadiri wawancara Good Morning Taiwan mengemukakan bahwa banyak warga Asia Tenggara yang merupakan warga perantauan Pulau Kinmen. Sebagian besar, mereka bermukim di Indonesia, Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam. Misalkan dengan salah satu artis Taiwan yang juga merupakan sepupu Wu Cherng-dean, yakni Wu Chun (吳尊) yang lahir di Brunei Darussalam.

Ia mengemukakan bahwa banyak warga perantauan Pulau Kinmen yang mempunyai pengaruh kuat di tempat mereka dilahirkan. Walikota Pulau Kinmen, Chen Fu-hai (陳福海) juga sangat menghargai keberadaan mereka dan membentuk kantor pengurusan warga perantauan. Kantor ini diketahui mengadakan rapat selama 3 bulan sekali. Saat ini telah ada 50 warga perantauan yang tergabung dalam daftar akun LINE milik kantor pengurusan tersebut. Selain itu, komunikasi antar sesama warga perantauan terpantau juga cukup baik. Pemerintah Pulau Kinmen setempat juga menerbitkan surat kabar secara rutin, yakni Daily Kinmen, untuk menghadirkan informasi terkait Pulau Kinmen. Dengan adanya informasi ini, diharapkan dapat menambah keeratan warga perantauan Pulau Kinmen.

Wu Cherng-dean mengatakan, “Dahulu kala kita masih hidup dalam serba kekurangan, warga perantauan inilah yang rutin mengirimkan uang mereka untuk membantu pembangunan wihara. Bantuan mereka sangat lah besar. Hubungan Pulau Kinmen dan warga perantauan tidak dapat dipisahkan. Dahulu di saat susah, merekalah yang membantu kami. Saat ini tim kami juga telah mengunjungi kawasan Asia Tenggara, sehingga hubungan kami menjadi sangat penting”.

Wu Cherng-dean juga menambahkan bahwa di bawah dukungan dari seluruh warga perantauan Pulau Kinmen di Asia Tenggara bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan (MOE) dan Pemerintah Pulau Kinmen, terdapat beberapa tenaga pengajar Bahasa Melayu di National Quemoy University. Selain itu, beberapa mahasiswa fakultas Bahasa Mandarin diketahui juga berada di Surabaya untuk bergabung dalam pengajaran Bahasa Mandarin. Ia menambahkan bahwa banyak warga perantauan yang kembali pulang ke Pulau Kinmen untuk menempuh pendidikan mereka. Tidak sedikit dari mereka yang membawa anggota keluarga yang lain. Dengan demikian maka dapat mengembalikan kenangan mereka akan kampung halaman.