Pingtung Sediakan Bahasa Ibu bagi Wisatawan Negara NSBP

Bupati Pingtung, Pan Men-an (潘孟安). (Foto : CNA)

(Taiwan, ROC) – Beberapa tahun belakangan ini, Kenting menjadi pusat perhatian media, termasuk harga barang naik, menurunnya wisatawan dan disebut media sebagai “longsor salju”. Bupati Pingtung, Pan Men-an (潘孟安) pada hari ini saat diwawancarai dalam acara “Selamat Pagi Taiwan” di Radio Taiwan Internasional menjelaskan, pernyataan tersebut tidaklah sepenuhnya tepat, tidak seharusnya menghitung jumlah wisatawan keseluruhan dari pendatang di taman nasional, selain itu harga barang setempat juga tergantung tingkat konsumen. Pemerintah akan melakukan evaluasi dan memperkuat promosi wisata khusus dan mengatasi masalah pemain harga barang.

Membicarakan tentang pariwisata, Pan Men-an mengatakan, Pingtung adalah pintu penting penghubung selatan samudra pasifik dan Asia Tenggara. Oleh karenanya, pemerintah Pingtung berusaha membangun kawasan ramah untuk menarik turis dari Kebijakan Baru ke Arah Selatan (NSBP). Contohnya dari situs terkait, dalam pariwisata menyediakan bahasa Indonesia, Vietnam dan Thaliand, dan bahkan tanda petunjuk juga di tulis bahasa Vietnam dan Indonesia. Selain itu juga, bagi para kaum muslim, pemerintah juga meminta para pengusaha makanan, restoran dan tempat tinggal untuk mendapatkan sertifikasi halal.

Pan Men-an mengatakan, Pemerintah Kabupaten sejak 2 tahun lalu mulai melatih para imigran baru untuk menjadi pemandu wisata dalam bahasanya masing-masing dan memperkenalkan ciri khas daerah kepada para turis dari kawasan NSBP, berharap dengan ini dapat menarik lebih dekat hubungan Pingtung dengan para turis ini.

Pan Men-an mengatakan, “Sangat banyak, ada Vietnam, Thailand bahkan Malaysia dan Indonesia, melatih mereka menggunakan bahasa ibu untuk memperkenalkan ciri khas Pingtung, sejarah dari Pingtung, kejadian atau bahkan bangunan, budaya dan masyarakat. Melalui perkenalan singkat mereka, adalah cara terbaik memperkenalkan kepada para turis yang berasal dari negara asal para imigran baru ini. Kami pastikan mereka lebih mengenal Taiwan, lebih mengenal Pingtung.”

Pan Men-an mengatakan, beberapa tahun ini, pemerintah juga mengundang rombongan tester Malaysia, Vietnam, Thailand dan bahkan Dubai, untuk menikmati perkebunan buah Pingtung, merasakan berendam dan menikmati keunikan wisata setempat, untuk menarik perhatian semakin banyak turis dari NSBP.